Kamis, Februari 25, 2010

Jarot Pernah Kerja

Lampiran Pengalaman Kerja
Oleh : Jarot Wahyudi, S.Hut




2009
Junior Surveyor pada Verifikasi Kemampuan Industri Kayu dan Rotan Nasional oleh PT. Sucofindo – Cabang Denpasar dan Cabang Surabaya.
_31 Agustus – 31 Desember 2009, Status karyawan kontrak.







Staff Konservasi dan Pengembangan Masyarakat di Menjangan Jungle and Beach Resort - PPA PT. Trimbawan Swastama Sejati.
_Oktober – Desember 2006, Masa training sebagai karyawan baru.
_Januari 2007 – Agustus 2009 , Status karyawan kontrak (3 kali kontrak).


2006
Office Manager di LSM Infront Jogjakarta
_Agustus – September 2006, www.infront.or.id

Staf Volunter di LSM Infront Jogjakarta
_Oktober 2005 – Maret 2006,

Magang Kerja di Perusahaan Tambang Batu Bara PT. Berau Coal pada Kajian Rona Awal Tambang Aspek Vegetasi, Satwa Liar, Hidrologi dan KTA
_20 April – 20 Juni 2006, Berau-Kalimantan Timur, Oleh Fak. Kehutanan UGM

2005
Tim Konsultan Teknis Kegiatan Model Unit Manajemen Taman Nasional Terpadu (PMUTNT) untuk uji petik lapangan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
_ 20 – 23 Desember 2005 di Kota Agung, Lampung. Kerjasama PT. Hasta Swa Usaha Karya, Jakarta dan LSM InFront, Yogyakarta

Asisten Penelitian Bersama dari mahasiswa S2 Universitas Wageningen Belanda
di Taman Nasional Komodo
_15 Agustus – 15 September 2005, NTT, Oleh Muh. Ali Imron S.Hut (Peneliti)

 
Magang Kerja di Perusahaan Hutan Tanaman Industri PT Musi Hutan Persada
pada Departemen Penelitian dan Pengembangan
_18 April – 20 Mei 2005, Subanjeriji Palembang, Oleh Fak. Kehutanan UGM





Magang Kerja di Pengusahaan Pariwisata Alam (PPA) PT Trimbawan Swastama Sejati, Taman Nasional Bali Barat pada Departemen Konservasi dan BangMas
_24 Januari – 05 Maret 2005, Pejarakan Bali, Oleh Fakultas Kehutanan UGM

2004
Pemandu (BirdEnterpreter) Jogja Bird Walk-JBW
_Kadang Kukila LSM Kutilang IBC, Yogyakarta. Tahun 2003/2004

Co-assisten Mata Kuliah Silvikultur, Semester Ganjil Tahun 2003/2004
_September – Januari 2004, Jurusan Budidaya Hasil Hutan-FKT UGM

2003
Magang Konservasi di Taman Nasional Bali Barat
_12 Agustus – 20 September 2003, Bali, Oleh Pengurus Pusat Sylva Indonesia


Co-assisten Mata Kuliah Konservasi Flora Fauna Langka, Tahun 2003/2004
_Februari – Agustus 2003, Jurusan Konervasi Sumber Daya Hutan-FKT UGM

Co-assisten Mata Kuliah Kepariwisataan Alam, Tahun 2003/2004
_Februari – Agustus 2003, Jurusan Konervasi Sumber Daya Hutan-FKT UGM

Team Lapangan Projek Penyusunan Master Plan Hutan Kota Yogyakarta
_Balai PDAS Opak Progo Serayu dan Fakultas Kehutanan UGM

Pendidikan Lingkungan SIBERMAS

Judul Program
PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK SEKOLAH DASAR
SE-KECAMATAN SRANDAKAN
Abdi Masyarakat Mahasiswa Kehutanan Angkatan 2000 Fakultas Kehutanan UGM
Dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (KKN Sibermas) 2004 di Kecamatan Srandakan, Bantul DIY

Oleh : Jarot Wahyudi*)



Latar Belakang
Berawal dari pertemuan para mahasiswa peserta KKN Sibermas 2004 dari Fakultas Kehutanan UGM yang diadakan di Sub Unit Sapuangin Desa Trimurti dan adanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Jambore Kemah Ranting Srandakan pada tanggal 12,13, dan 14 Agustus 2004 di Lapangan Gedung Bule Desa Trimurti, maka kami sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan menyelenggarakan “Program Pendidikan Lingkungan untuk Sekolah Dasar Se-Kecamatan Srandakan” bersama Jambore tersebut.


KKN Sibermas merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, di Desa Poncosari dan Desa Trimurti pada tanggal 10 Juli 2004 sampai 31 Agustus 2004.







Tujuan
1) Memberikan pemahaman awal kepada generasi muda tentang permasalahan-permasalahan lingkungan dan kehutanan yang terjadi, seperti kebakaran hutan, pencemaran limbah, illegal logging, dan perburuan satwa liar.
2) Mendidik dan melatih siswa Sekolah Dasar untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap usaha-usaha perbaikan lingkungan disekitar mereka.
3) Sebagai wadah kebersamaan dan aktualisasi Mahasiswa Kehutanan dalam menerapkan ilmu kehutanannya kepada masyarakat.


Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Program pendidikan lingkungan ini terdiri dari tiga kegiatan sebagai berikut :
1) Aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Progo sepanjang satu kilometer, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Agustus 2004 di tanggul bantaran Sungai Progo yang berdekatan dengan Jembatan Srandakan.
2) Pendampingan peserta jambore dalam bentuk permainan dan outbond, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 13 Agustus 2004 di Lapangan Gedung Bule.
3) Pemutaran film bertemakan lingkungan sebagai pembuka, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Agustus 2004 di Lapangan Gedung Bule.

Sasaran
1) Siswa Sekolah Dasar peserta Jambore dengan komposisi : 42 siswa mengikuti aksi penanaman; 164 siswa mengikut kegiatan permainan dan outbond; dan pemutaran film diikuti oleh semua peserta Jambore yang berjumlah sekitar 500 siswa serta penonton dari masyarakat sekitar sebanyak 50an orang.
2) Personil panitia mahasiswa terdiri dari 45 mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dan sebanyak 15 mahasiswa dari UNY.

Metode Penyampaian
Masing-masing kegiatan dalam program pendidikan lingkungan ini menggunakan metode penyampaian yang berbeda. Untuk kegiatan pemutaran film lingkungan dengan menggelar layar lebar di Lapangan Gedung Bule pada malam pertama kegiatan Jambore sebagai pengganti kegiatan api unggun. Film yang ditayangan dipilih berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar lokasi Jambore yang berada di bantaran Sungai Progo, untuk itu dipilih dua film berjudul ” Menyusuri Wajah Sungai Code” produksi Yayasan Damar dan “Kemah Lingkungan di Bandung” oleh KONUS.
Kegiatan permainan dan outbond dilakukan dengan mengambil peserta perwakilan masing-masing regu sebanyak 3-4 siswa. Permainan berbentuk kekompakan siswa dalam menyusun strategi untuk mencapai kemenangan. Dalam kegiatan ini diadakan tiga macam permainan yaitu menyusunn puzle tentang ekosistem hutan, belajar simulasi erosi, dan permainan saling kejar “Rantai Makanan”.
Sedangakan pada kegiatan aksi penanaman dipilih jenis-jenis tanaman tahunan yaitu meranti, mahoni, dan sengon. Pertimbangan jenis tersebut adalah sebagai pohon perindang jalan sekaligus fungsi penahan erosi bantaran sungai. Siswa yang terlibat berasal dari seorang wakil dari 42 regu yang ada sehingga bibit pohon yang dibutuhkan sebanyak 42 batang. Aksi penanaman dilakukan di tanggul sebelah timur bantaran Sungai Progo yang merupakan sistem DAS Opak Progo Serayu. Aksi ini sekaligus menutup program pendidikan lingkungan ini.

Kesimpulan
Program ini memberikan wawasan baru bagi siswa Sekolah Dasar tentang penyelamatan lingkungan dan sebagai bukti pengabdian bersama mahasiswa kepada masyarakat khususnya generasi muda di Srandakan.

*) Penggagas program, kordinator pemandu, dan fundrising.